Rabu, 23 April 2014

*Jual Bibit Bidara*

******** JuaL BiBiT Bidara ********

+{Kami Menjual Bibit pohon Bidara Arab (sidr ) Yang masih berupa biji, maupun yang sudah tumbuh,.
^*^

Garansi : Pohon Bidara diterima dalam
keadaan mati, Uang kembali 100%
 atau Pohon Bidara dikirim ulang.




 "* Menjual Bibit Pohon Bidara *

Paket Biasa

  • 2 pohon Bidara dalam 2 PollyBag, Tinggi 30-50 cm + Bonus Daun Bidara + Bonus 25 biji Bidara untuk disemai.
    **  Rp.150.000 (Belum Termasuk OngKir).

    • Tersedia Pohon Bidara 1 meter.

     

    *Menjual Biji Bidara*  

    isi 100 Biji Bidara siap tanam.
    **  Rp. 150.000 (Belum termasuk Ongkir).



^**Cara pengiriman Bibit Bidara.






Selasa, 22 April 2014

"Khasiat Daun,& Buah Bidara"

*** Ternyata Bibit Bidara Selain dapat diperoleh untuk Ditanami,,... Bidara pun memiliki Banyak Khasiat yg Positif.....!!!
_____ ^^* Yuk kita Baca ..."Sama"...



1*. Daun Bidara.

3 Khasiat Daun Bidara yang dapat anda perolehi.

**Pernahkah anda melihat daun ini? Baunya sejenis rumput basah.
Ia senang diperolehi di sekeliling kita. Kadang-kadang ada di tepi rumah, kadang-kadang ada di tepi jalan. Boleh jadi kita pernah menggunakannya.
***Tapi, tahukah anda khasiat daun ini?
Khasiat daun  bidara
** 1. Bidara adalah salah satu herba tradisional yang sudah digunakan sejak zaman berzaman. Ramai yang menggunakannya untuk mendapatkan khasiat daun bidara yang baik untuk kebersihan diri dan pengubatan.
Ia bertindak sebagai agen pembersih semulajadi seperti sabun yang boleh digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit. Malah ia juga boleh merawat masalah jerawat.
Pada zaman Rasulullah S.A.W, bidara digunakan untuk membersihkan badan sama seperti kita menggunakan sabun, shampoo atau losyen. Daun bidara juga digunakan untuk memandikan jenazah.
Hanya tambahkan 1 cawan serbuk bidara ke dalam sebaldi air. Gaulkan sehingga sebati dan jiruskan pada jenazah semasa mandian pertama. Amalan ini sememangnya adalah sunnah Nabi sendiri.
Wanita yang mandi wajib setelah suci daripada haid juga disunatkan menggunakan daun bidara ketika mandi.
**2. Rawat sihir dengan daun bidara.
Walaupun amalan merawat sihir menggunakan daun bidara bukan amalan Rasulullah S.A.W, tetapi ulama’ Salaf telah sepakat untuk membenarkan amalan ini sebagai kaedah penyembuhan yang tidak melanggar hukum syarak.
Kaedah yang diambil dari kitab Imam ibn Qayyim al Jauziyyah adalah seperti berikut:
  1. Ambil 7 helai daun bidara, tambahkan ke dalam air minuman (air mineral atau yang seangkatan dengannya).
  2. Baca ayat Kursi, Surah 3 Qul, beberapa potong ayat yang berkenaan dengan menghindari sihir seperti Surah al-A’raf, Surah Yunus dan Surah Taaha dan selawat ke atas Nabi.
  3. Hembuskan ke dalam air yang diadun dengan daun bidara tadi.
  4. Gunakan air tersebut sebagai minuman dan mandian. Insya-Allah.
**3. Selain itu, kaedah menggunakan daun bidara juga baik untuk merawat lelaki yang tidak boleh berjimak dengan isteri kerana telah disihir. Cara-caranya ialah:
  1. Ambil 7 helai daun bidara, tumbuk hingga halus, kemudian dicampurkan ke dalam bekas yang berisi air.
  2. Baca surah-surah berikut dan hembuskan pada air; Ayat Kursi,Surah 3 Qul, beberapa potong ayat yang berkenaan dengan menghindari sihir seperti Surah al-A’raf, Surah Yunus dan Surah Taaha.
  3. Kemudian minum air tersebut sebagai 3 kali dan lebihannya digunakan untuk mandi.
  4. Insya-Allah, penyakit akan sembuh. Digalakkan mengulang amalan ini sebanyak 2 ke 3 kali sehingga penyakit benar-benar sembuh.

     2*. Buah Bidara.
    **KHASIAT BUAH BIDARA
    *Buah Yang pertama kali di makan oleh Nabi Adam a.s
    *Boleh menguatkan kecerdasan otak.
    *Melicinkan perjalanan usus.
    *Menghilangkan penyakit kuning.
    *Mencantikkan kulit.
    *Membuka selera makan.
    *Menghilangkan kahak.
    *Menghilangkan penyakit lambat hadam.

    ****^^^^*** Nah,......!!!!! sekarang anda tau kan ,, Begitu banyak manfaat dari Buah ataupun Daun Bidara,...

    @M.Yasin

    Terima kasih ...!!!!!!



    Sms/Hubungi :
    - XL : 081917683887
    - Simp : 082340544672
    - PIN : D9311746

    - WA : 081917683887

    Rek : BNI "0241450002" A/n M.Yasin.
      

    Rek : Mandiri "1610001976856" A/n M.Yasin.

Senin, 21 April 2014

Daun Bidara

*Bidara atau widara (Ziziphus mauritiana) adalah sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Tanaman ini dikenal pula dengan pelbagai nama daerah seperti widara (Sunda, Jawa) atau dipendekkan menjadi dara (Jawa); bukol (Madura); bekul (Bali); ko (Sawu); kok (Rote); kom, kon (Timor); bedara (Alor); bidara (Makassar., Bugis.); rangga (Bima); serta kalangga (Sumba).
Sebutan di negara-negara lain di antaranya: bidara, jujub, epal siam (Malaysia); manzanitas (Filipina) zee-pen (Burma); putrea (Kamboja); than (Laos); phutsaa, ma tan (Thai); tao, tao nhuc (Vietnam). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Jujube, Indian Jujube, Indian plum, atau Chinese Apple; serta Jujubier dalam bahasa Prancis.

# Khasiat Dan Kegunaan.





(Buah yang Muda)






*Buah bidara kultivar unggul diperjual belikan sebagai buah segar, untuk dimakan langsung atau dijadikan minuman segar. Di beberapa tempat, buah ini juga dikeringkan, dijadikan manisan, atau disetup. Buah muda dimakan dengan garam atau dirujak. Buah dari pohon yang meliar kecil-kecil dan agak pahit rasanya. Buah bidara merupakan sumber karoten, vitamin A dan C, dan lemak.
Daun-daunnya yang muda dapat dijadikan sayuran. Daunnya yang tua untuk pakan ternak. Rebusan daunnya diminum sebagai jamu. Daun-daun ini membusa seperti sabun apabila diremas dengan air, dan digunakan untuk memandikan orang yang sakit demam. Di Jakarta, daun-daun bidara digunakan untuk memandikan mayat.





(Daun Dan Bunga Bidara)





*Selain daun, buah, biji, kulit kayu, dan akarnya juga berkhasiat obat, untuk membantu pencernaan dan sebagai tapal obat luka. Di Jawa, kulit kayu ini digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan; dan di Malaysia, kulit kayu yang dihaluskan dipakai sebagai obat sakit perut. Kulit kayu bidara diyakini memiliki khasiat sebagai tonikum, meski tidak terlalu kuat, dan dianjurkan untuk penyakit lambung dan usus. Kulit akarnya, dicampur dengan sedikit pucuk, pulasari, dan bawang putih, diminum untuk mengatasi kencing yang nyeri dan berdarah.
Pohon bidara terdapat dalam Al-Qur’an di banyak tempat, di antaranya

  1. Dalam Surat An-Najm yang menceritakan kisah Mi’roj nya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau melihat Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya dimana Jibril mempunyai 600 sayap.
Alloh azza wa jalla berfirman:

( أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى * وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى * عِندَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى * عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى * إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى * مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى * لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى )

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.  (yaitu) di Sidratil Muntaha . Di dekatnya ada syurga tempat tinggal, . (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”.  (QS. An-Najm : 13-15)
Imam Al-Bukhori dan Muslim telah meriwayatkan dari hadits Anas rodhiyallohu ‘anhu dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam kisah Isro’ dan Mi’roj, Beliau bersabda: ”kemudian Jibril membawaku sampai di Sidrotul Muntaha, yang sedang diliputi sesuatu yang saya tidak mengetahuinya”. Dia berkata: “kemudian memasuki surga dan melihat didalamnya kubah-kubah yang terbuat dari mutiara dan tanahnya kasturi”.
Dalam riwayat lainnya: “Diperlihatkan kepadaku Sidrotul Muntaha , buahnya seperti tempayan besar, daunnya seperti telinga gajah, dan di pangkalnya ada 4 sungai: dua sungai bathin, dua sungai dhohir, maka aku bertanya kepada Jibril, maka dia menjawab: adapun dua sungai yang bathin di surga dan dua sungai yang dhohir adalah sungai Nil dan sungai Eufrat.

  1. Dalam Surat Al-Waqi’ah tentang kelompok kanan dari penghuni surga berada di bawah pohon bidara yang tidak berduri.
Allah azza wa jalla berfirman:

( وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ * فِي سِدْرٍ مَّخْضُودٍ * وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ * وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ * وَمَاء مَّسْكُوبٍ * وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ )

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas,dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak,”QS. al-Waqi’ah (56) : 27-32
Dalam tafsir disebutkan pohon bidara yang dimaksud adalah yang telah dihilangkan durinya ataupun  buahnya yang lebat, demikian pendapat Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhuma.
Berkata Ibnu Katsir rohimahulloh setelah menukil beberapa pendapat (tentang pohon bidara dalam ayat tersebut): Dhohirnya yang dimaksud adalah pohon bidara di dunia banyak durinya dan sedikit buahnya, adapun di akhirat kebalikannya, tidak ada durinya dan buahnya banyak.

  1. Dalam Surat Saba ketika mengabarkan tentang kisah  Negeri Saba
Alloh subhanahu wa ta’alla berfirman:
( فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ )
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Bidara (QS. Saba :16)

Pohon bidara mempunyai manfaat dan kegunaan,diantaranya:

DAUN BIDARA DAN MEMANDIKAN JENAZAH
Ummu ‘Athiyyah RodhiyaLLOOHU ‘Anha berkata, “Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam pernah menemui kami sedangkan kami kala itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lalu Beliau bersabda, ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau lebih dari itu. Jika kalian memandang perlu, maka pergunakan air dan daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil?’ Beliau bersabda, ‘Ya.’) dan buatlah di akhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya.”
{H.R. al Bukhori 3/99-104, Muslim 3/47-48, Abu Dawud 2/60-61, an Nasa-i 1/266-267, at Tirmidzi 2/130-131, Ibnu Majah 1/445, Ibnul Jarud 258-259, Ahmad 5/84-85, 4076-4078, Syaikh al Albani – Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah hal 130-131}

DAUN BIDARA DAN WANITA HAIDH

‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (H.R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)

DAUN BIDARA DAN RUQYAH

Daun bidara sangat efektif untuk membantu proses penyembuhan penyakit karena gangguan jin.

KERASUKAN

Ulama Wahab bin Munabih menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (Boleh juga dibacakan ayat-ayat al-Qur’an lainnya) Lalu dipergunakan untuk mandi atau diminum. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13)
Menumbuk tujuh helai daun pohon Sidr (daun bidara) hijau di antara dua batu atau sejenisnya, lalu menyiramkan air ke atasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan dibacakan di dalamnya ayat-ayat al Qur-an. Setelah membacakan ayat-ayat tersebut pada air yang sudah disiapkan tersebut, hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya ALLAH penyakit (sihir) akan hilang. Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih, sehingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktekkan, dan dengan izin-NYA, ALLAH memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami yang tidak bisa berhubungan badan karena terkena sihir.



Sms/Hubungi :
- XL : 081917683887
- Simp : 082340544672
- PIN :
D9311746
- WA : 081917683887 

Rek : BNI "0241450002" A/n M.Yasin.
  

Rek : Mandiri "1610001976856" A/n M.Yasin.